Oleh-Oleh dari Manado

Written by Zulkomar 2 komentar Posted in:

Kenali Taksi di Bandara Sam Ratulangi

Oleh : Bung Komar

Dalam kesempatan dinas mengunjungi ibukota Provinsi Sulawesi Utara, Manado, aku sudah disuguhi pengalaman yang seperti wajib untuk dibagikan kepada semua orang, terutama kepada mereka yang akan berkunjung ke kota Manado yang terkenal dengan ikon 3B (Bunaken, bubur Manado, dan Bibir Manado), beberapa orang menambahkan menjadi 5B dengan tambahan Boulevard dan Bandaranya. Mengapa bandara ?

Jika anda tiba di bandara Sam Ratulangi, Manado, pastikan ada sanak keluarga, handai taulan ataupun teman yang menjemputmu. Kalau tidak, anda tidak punya pilihan lain selain berhadapan dengan taksi-taksi di bandara (tidak etis menyebut nama-nama perusahaan taksinya) yang akan mengenakan tarif di luar perkiraanmu.

Para supir taxi dengan ramah menawarkan taksinya. Jika anda tidak menolak, mereka langsung mengangkat dan memasukkan barang-barangmu ke dalam bagasi. Berjalan 10 meter, barulah kita sadar bahwa argometer tidak berjalan dan mulailah tawar menawar. Mereka umumnya menawarkan harga Rp85.000 hingga 120.000 dari bandara masuk ke kota Manado. Anda sudah terjebak ke dalam perangkapnya. Kalaupun anda ngotot meminta menjalankan argometernya dengan mengancam akan turun dari taxinya, barulah ia bersedia menjalankan argokudanya dan hasil akhirnya sama juga. Sopir-sopir itu juga terkenal dengan julukan argomulut, begitu kita naik taksi kita rasakan mulutnya beraroma minuman keras. Tarif taksi sebenarnya dari bandara ke dalam kota hanya berkisar Rp.40 ribu s.d. Rp.50 ribu

Apakah tidak ada taxi lain ? Ada Blue Bird taksi, tapi otoritas bandara menerapkan kebijakan diskriminatif, melarang armada taksi lain beroperasi dalam areal bandara. Walikota Manado sudah berjanji akan memanggil PT Angkasa Pura agar mengizinkan taksi lain ikut beroperasi di wilayah publik, bandara. Tapi nyatanya Blue bird belum diizinkan mengambil penumpang di bandara. Bisa jadi otoritas bandara telah mengizinkan tetapi para supir taksi bandara melarangnya, dan otoritas tidak mau tahu apa yang terjadi.

Menurut ceritera salah seorang sopir taksi Blue bird, mereka seringkali dilempari jika mengambil penumpang di bandara, padahal mereka ke bandara karena ditelepon oleh pelanggan. Sebenarnya yang kasihan adalah masyarakat yang membutuhkan taksi yang sesuai tarif. Untuk tetap pelayani permintaan pelanggan/penumpang, manajemen Blue Bird mengirimkan mobil silver flat hitam ke bandara untuk menjemput pelanggan dengan tarif yang sama dengan Blue bird flat kuning.

Kepada anda yang akan berkunjung ke Manado tetapi tidak punya sanak saudara atau teman untuk menjemput. Saya sarankan jika barang bawaan anda tidak banyak, lebih baik jalan kaki sedikit ke luar gerbang bandara dan menunggu taksi Blue Bird di sana. Atau pergunakan jasa Ojek motor yang ongkos masuk ke dalam kota Manado berkisar Rp. 25.000,- s.d. Rp. 30.000. kalau barang bawaan anda cukup banyak dan tidak muat untuk satu ojek motor, saya sarankan anda menelepon taksi Blue Bird ke nomor 0431-861234, setelah itu bersabarlah menunggu sekitar 10 sampai 15 menit. Sementara menunggu anda bisa minum kopi dan makan-makan ringan yang harganya relative murah untuk ukuran harga makanan di bandara.

Semoga ini berguna buat anda.

2 komentar:

  1. squad_delta

    salam kenal, saya agung dari bali. tgl 16 nov 2011 ini saya ada rencana ke manado untuk seminar. saya tidak ada sanak sodara n belum pernah ke manado sebelumnya. pertanyaan saya apakah setelah saya menelpon blue bird, merekan akan mengirimkan armada ber plat hitam untuk menjemput saya ke dalam bandara atau saya harus keluar bandara dulu untuk bisa menggunakan jasa blue bird ??? mohon bantuannya...

    30 Oktober 2011 22.24

Poskan Komentar